
BERITABARU214 - Emilia Nova resmi diangkat jadi Wakil Komisi Atlet PASI Jakarta. Atlet lari gawang itu akan mengurus pembinaan atlet usia dini.
Emil, panggilan karib Emilia Nova, diperkenalkan saat PB PASI mengukuhkan kepengurusan Pengprov PASI DKI Jakarta periode 2019-2023. Pelatih Emil, Fitri 'Ongky' Haryadi juga didapuk menjadi anggota komisi pelatih PASI Jaya.
Sementara itu, Mustara Musa, yang merupakan manajer timnas atletik SEA Games 2019, kini menjadi Ketua Umum Pengprov PASI DKI Jakarta.
"Sebenarnya saya baru diangkatnya beberapa pekan lalu. Jadi baru banget dan masih belajar," kata Emilia kepada pewarta di Stadion Rawamangun, Jakarta, Selasa (30/7/2019).
"Saat itu langsung oke karena supaya saya diminta belajar dari sekarang. Sebab, di antara yang atlet lain saya paling senior, jadi ditunjuk juga karena itu," dia menambahkan.
Bagi peraih medali perak nomor lari gawang putri Asian Games 2018, bertugas sebagai Komisi Atlet memiliki tantangan tersendiri. Terutama terkait peningkatan prestasi. Hal itu disadari benar oleh perempuan berusia 23 tahun ini. Apalagi di depan mata ada Kejuaraan Nasional Atetik 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, 1-7 Agustus.
"Menjadi atlet itu tantangannya prestasi. Itu tantangan terbesar. Nah, untuk merebut gampang tapi mempertahankan yang susah. Contohnya saja saya runner up di Asian Games, saya tak ingin lekas puas. Pastinya ingin lebih dari itu," Emil menjelaskan.
"Lalu, persoalan lain cedera. Saat ini saya lagi dikasih cedera. Jadi harusnya saya juga ikut turun di Kejurnas tahun ini, tapi terpaksa absen dulu," dia melanjutkan.
Sementara itu, Mustara mengatakan jika Kejurnas tahun ini adalah program tahunan atletik dalam rangka evaluasi tahunan. Bagi DKI Jakarta tentu ajang ini menjadi parameter untuk mengevaluasi pembinaan selama ini.
"Jelas kami secara organisasi tak terputus, tapi menyambung. Artinya program pembinaan terus berjalan secara makronya. Maka itu, hampir sebagian besar nomor yang dipertandingkan kami ikuti, baik dari kelompok youth, remaja, hingga senior. Meski tidak semuanya karena keterbatasan kuota," tutur Mustara.
"Lebih dari itu, kami juga berharap di kepengurusan ini bisa merebut banyak medali emas. Untuk diketahui, di Kejurnas 2016 kami peraih medali emas terbanyak. Meski tahun ini banyak pelari-pelari andalan kita yang pensiun, seperti Rini Budiarti, Dedeh Erawati, dan beberapa atlet lainnya,"
"Tapi kami punya andalan seperti Diva Renata, penyumbang medali emas di ASEAN School Games 2019 di nomor lompat galah, kemudian ada atlet putri lompat tinggi Nadia Anggraini, dia peraih medali emas dan memecahkan rekor PON milik Rumini 1,76 meter. Nadia berhasil melompat setinggi 1,78 meter,"
"Kemudian ada Triyaningsih dan Odekta Elvina Naibaho yang merupakan pelari jarah jauh," ujar dia.
0 Comments:
Posting Komentar