
BERITABARU214 - Masyarakat Bali bersama keluarga korban dan para penyintas tragedi Bom Bali I menggelar peringatan tragedi Bom Bali I, yang terjadi 17 tahun lalu. Mereka berkumpul mengenang para korban dalam peristiwa yang menewaskan 202 jiwa itu.
"Kami setiap tahun datang ke sini untuk mengenang anak dan menantu saya yang menjadi korban dari peristiwa Bom Bali," ujar warga negara Jepang, Takako Suzuki, seperti dilansir Antara, Sabtu (12/10/2019).
Takako Suzuki merupakan ibu Kosuke Suzuki, yang tewas bersama istrinya dalam peristiwa pada 2002 itu. Dia mengaku masih merasakan kesedihan mendalam atas peristiwa tersebut.

Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba, yang ikut dalam acara tersebut, juga berharap peristiwa terorisme seperti tragedi Bom Bali tidak terjadi kembali. Dia juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Bali, juga seluruh masyarakat, yang telah membantu para keluarga korban.
"Saya harap semua manusia di dunia hidup dalam damai. Saya harap semua manusia dapat hidup dalam damai, karena perdamaian itu sangat penting," ujar Hirohisa Chiba.
Sejak pagi, masyarakat dan keluarga korban berdatangan ke kawasan Monumen Bom Bali untuk berdoa dan meletakkan karangan bunga. Hingga malam, kegiatan peringatan para korban tragedi Bom Bali diisi dengan doa bersama, renungan, penyalaan lilin, dan tabur bunga.
"Melalui kegiatan sederhana ini, kami berusaha untuk tidak mengurangi makna, terutama kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para pelajar tadi yang berpartisipasi, untuk mengenang dan merenung bahwa 17 tahun yang lalu terjadi peristiwa ini dan bersama mendoakan para korban," kata Putu Adyana.
Pada peristiwa Bom Bali I terjadi tiga rangkaian pengeboman. Dua ledakan terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali. Sedangkan ledakan ketiga terjadi di dekat kantor Konsulat Amerika Serikat. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 Wita ini mengakibatkan 202 orang tewas dan 209 orang terluka.










0 Comments:
Posting Komentar